Kamis, 22 Desember 2016

Maksimasi Laba bagi Perusahaan Monopoli

BAB I
PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang
Dalam rangka memaksimalkan laba(profit),  monopoli akan memiih untuk berproduksi pada tingkat output tertentu, dimana penerimaan marjinal saa dengan biaya marjinal. Karena monopoli, kebalikan dari pasar persaingan sempurna, produknya memiliki kurba permintaan dengan slope menurun, penerimaan marjinal akan lebih kecil dari pada harga pasar.
Untuk menjual satu unit tambahan, monopoli harus merendahkan harganya pada setiap unit  yang akan di jual, dalam rangka untuk menghasilkan permintaan tambahan yang di inginkan untuk menyerap unit marjinal nya. [1]
Laba atau profit dalam ilmu ekonomi murni didefinisikan sebagai peningkatan kekayaan seseorang investor sebagai hasil penanaman modalnya, setelah dikurangi biaya-biaya yang berhubungna dengan penanaman modal tersebut (termasuk didalamnya, biaya kesempatan) Keuntungan total merupakan penerimaan total (TR) dikurangi dengan biaya total (TC) keuntungan total akan mencapai maksimum apabila perselisihan positif antara TR dengan TC mencapai angka terbrsar.
2.      Rumusan Masalah
·         Apa pengertian dari Laba?
·         Bagaimana pemaksimuman keuntungan dalam monopoli?
·         Apa yang di maksud pendekatan hasil penjualan total?
·         Apa yang di maksud pendekatan hasil penjualan marjinal
3.       Tujuan
·         Untuk mengetahui pengertian dari laba
·         Untuk mengetahui cara pemaksimuman keuntungan dalam monopoli
·         Untuk mengetahui yang di maksud pendekatan hasil penjualan total
·         Untuk mengetahui yang di maksud pendekatan hasil penjualan marjinal.




















BAB II
PEMBAHASAN
1.      Pengertian Laba
Laba atau profit dalam ilmu ekonomi murni didefinisikan sebagai peningkatan kekayaan seseorang investor sebagai hasil penanaman modalnya, setelah dikurangi biaya-biaya yang berhubungna dengan penanaman modal tersebut (termasuk didalamnya, biaya kesempatan) Keuntungan total merupakan penerimaan total (TR) dikurangi dengan biaya total (TC) keuntungan total akan mencapai maksimum apabila perselisihan positif antara TR dengan TC mencapai angka terbesar.
2.      Pemaksimuman Keuntungan dalam Monopoli
Prinsip pemaksimuman keuntungan berdasarkan pendekatan, yaitu:
a. Biaya total dan hasil penjualan total
b. Biaya marginal dan hasil penjualan marginal
sebelum melaksanakan hal-hal tersebut terlebih dahulu akan dilihat hubungan diantara harga dan jumlah barang yang ditawarkan/diproduksikan, dan implikasi dari dari sifat hubungan tersebut kepada hasil penjualan total.[2]
ü  Produksi, Harga Dan Penjualan
Karena hanya ada satu pasar dalam monopoli, maka permintaan dalam industri juga dapat dikatakan sebagai  permintaan dalam pasar. Sifat umum permintaan barang (makin tinggi suatu barang, maka makin sedikit jumlah yang diminta), menyebabkan kurva permintaan atas suatu barang adalah menurun dari kiri atas ke kanan bawah. Permintaan yang ada dalam pasar monopoli berbeda dengan pasar persaingan sempurna, sebagai akibat monopoli harga selalu lebih tinggi dan hasil penjualannya marginal. [3]
ü  Pendekatan Hasil Penjualan total
Pendekatan total (total approach), dicapai jika selisih penjualan total (TR) dgn biaya total (TC) memiliki nilai positif terbesar
ü  Pendekatan Hasil Penjualan Marjinal
Pendekatan marjinal (marginal approach), dicapai jika MR = MC atau MR – MC menghasilkan angka positif minimum dan MC sedang meningkat

Cotoh Tabel Produksi, Hasil Penjualan dan Keuntungan Perusahaan Monopoli

 











Keuntungan Maksimum:

  1. Pendekatan total, dicapai pada tingkat penjualan 4 unit dengan laba Rp 2.300
  2. Pendekatan marjinal, dicapai pada tingkat penjualan 4 unit karena selisih MR dan MC sebesar Rp 300 (terkecil) dan nilai MC dalam keadaan  meningkat


3.      Laba Perusahaan Monopoli
Picture1.png
Laba ekonomi yang di dapat oleh perusahaan monopoli dapat di amati secara langsung dari gambar diatas. Keuntungan ini di tunjukkan oleh segi empat P*EAC dan sekali lagi menunjukkan laba per unit (harga di kurangi biaya rata-rata) di kalikan banyak nya unit yang terjual. Laba ini akan positif ketika, seperti dalam gambar, harga pasar melebihi biaya total rata - rata . karena tidak ada pemain baru yang dapat masuk kedalam pasar monopoli, laba ini dapat terus terjadi bahkan dalam jangka panjang. Keuntungan ini dapat dipandang sebagai pengembalian untuk factor-faktor yang menjadi dasar bagi monopoli (seperti hak paten).[4]

4.      Maksimasi Laba Perusahaan
Jika perusahaan memproduksi sedikit lebih kecil dari pada Q*, Laba akan turun , karena berkurangnya penerimaan dari pengurangan jumlah produksi (MR) akan lebih besar dari pada penurunan biaya produksi (MC).
Untuk memaksimalkan keuntungan, monopoli memproduksi kuantitas tertentu sehingga penerima marjinal (MR) sama dengan biaya marjinal (MC). Pada gambar tersebut ini kuantitas di tunjukkan oleh Q* , yang akan menghasilkan harga sebesar P*. Laba Monopoli dapat di tunjukkan oleh segiempat P*EAC.[5]



























BAB III
PENUTUP
1.      Kesimpulan
Laba atau profit dalam ilmu ekonomi murni didefinisikan sebagai peningkatan kekayaan seseorang investor sebagai hasil penanaman modalnya, setelah dikurangi biaya-biaya yang berhubungna dengan penanaman modal tersebut (termasuk didalamnya, biaya kesempatan) Keuntungan total merupakan penerimaan total (TR) dikurangi dengan biaya total (TC) keuntungan total akan mencapai maksimum apabila perselisihan positif antara TR dengan TC mencapai angka terbesar.
Pemaksimuman Keuntungan dalam Monopoli
Prinsip pemaksimuman keuntungan berdasarkan pendekatan, yaitu:
a. Biaya total dan hasil penjualan total
b. Biaya marginal dan hasil penjualan marginal
Pendekatan total (total approach), dicapai jika selisih penjualan total (TR) dgn biaya total (TC) memiliki nilai positif terbesar
Pendekatan marjinal (marginal approach), dicapai jika MR = MC atau MR – MC menghasilkan angka positif minimum dan MC sedang meningkat.











Daftar Pustaka
Sukirno, Sadono. Pengantan Teori Mikroekonomi. Jakarta:PT Raja Grafindo Persada.2002
Niholson, Walter. MIKROEKONOMI INTERMEDIATE, Jakarta : Erlangga. 2002






[1] Walter Niholson, MIKROEKONOMI INTERMEDIATE, Jakarta : Erlangga 2002 hlm.330
[2] Sadono Sukirno. Teori pengantar mikro ekonomi, ( jakarta:Rajagrafindo persada,2013), hlm 270.
[3] Ibid, hlm 270-272
[4] Walter Niholson, MIKROEKONOMI INTERMEDIATE, Jakarta : Erlangga 2002 hlm.332
[5] Walter Niholson, MIKROEKONOMI INTERMEDIATE, Jakarta : Erlangga 2002 hlm.330-331

Tidak ada komentar:

Posting Komentar