BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar
Belakang
Dalam rangka memaksimalkan laba(profit), monopoli akan memiih untuk berproduksi pada
tingkat output tertentu, dimana penerimaan marjinal saa dengan biaya marjinal.
Karena monopoli, kebalikan dari pasar persaingan sempurna, produknya memiliki
kurba permintaan dengan slope menurun, penerimaan marjinal akan lebih kecil
dari pada harga pasar.
Untuk menjual satu unit tambahan,
monopoli harus merendahkan harganya pada setiap unit yang akan di jual, dalam rangka untuk
menghasilkan permintaan tambahan yang di inginkan untuk menyerap unit marjinal
nya. [1]
Laba
atau profit dalam ilmu ekonomi murni didefinisikan sebagai peningkatan kekayaan
seseorang investor sebagai hasil penanaman modalnya, setelah dikurangi
biaya-biaya yang berhubungna dengan penanaman modal tersebut (termasuk
didalamnya, biaya kesempatan) Keuntungan total merupakan penerimaan total
(TR) dikurangi dengan biaya total (TC) keuntungan total akan mencapai maksimum
apabila perselisihan positif antara TR dengan TC mencapai angka terbrsar.
2. Rumusan
Masalah
·
Apa pengertian dari Laba?
·
Bagaimana pemaksimuman keuntungan dalam
monopoli?
·
Apa yang di maksud pendekatan hasil
penjualan total?
·
Apa yang di maksud pendekatan hasil
penjualan marjinal
3. Tujuan
·
Untuk mengetahui pengertian dari laba
·
Untuk mengetahui cara pemaksimuman
keuntungan dalam monopoli
·
Untuk mengetahui yang di maksud
pendekatan hasil penjualan total
·
Untuk mengetahui yang di maksud
pendekatan hasil penjualan marjinal.
BAB II
PEMBAHASAN
1.
Pengertian
Laba
Laba
atau profit dalam ilmu ekonomi murni didefinisikan sebagai peningkatan kekayaan
seseorang investor sebagai hasil penanaman modalnya, setelah dikurangi
biaya-biaya yang berhubungna dengan penanaman modal tersebut (termasuk
didalamnya, biaya kesempatan) Keuntungan total merupakan penerimaan total
(TR) dikurangi dengan biaya total (TC) keuntungan total akan mencapai maksimum
apabila perselisihan positif antara TR dengan TC mencapai angka terbesar.
2.
Pemaksimuman
Keuntungan dalam Monopoli
Prinsip
pemaksimuman keuntungan berdasarkan pendekatan, yaitu:
a.
Biaya total dan hasil penjualan total
b.
Biaya marginal dan hasil penjualan marginal
sebelum
melaksanakan hal-hal tersebut terlebih dahulu akan dilihat hubungan diantara
harga dan jumlah barang yang ditawarkan/diproduksikan, dan implikasi dari dari
sifat hubungan tersebut kepada hasil penjualan total.[2]
ü Produksi, Harga Dan Penjualan
Karena
hanya ada satu pasar dalam monopoli, maka permintaan dalam industri juga
dapat dikatakan sebagai permintaan dalam pasar. Sifat umum
permintaan barang (makin tinggi suatu barang, maka makin sedikit jumlah yang
diminta), menyebabkan kurva permintaan atas suatu barang adalah menurun dari
kiri atas ke kanan bawah. Permintaan yang ada dalam pasar monopoli berbeda
dengan pasar persaingan sempurna, sebagai akibat monopoli harga selalu lebih
tinggi dan hasil penjualannya marginal. [3]
ü Pendekatan Hasil Penjualan total
Pendekatan
total (total approach), dicapai jika selisih penjualan total (TR) dgn biaya total (TC) memiliki nilai positif terbesar
ü Pendekatan Hasil Penjualan Marjinal
Pendekatan
marjinal (marginal approach), dicapai jika MR = MC atau MR – MC
menghasilkan angka positif minimum dan MC sedang meningkat
Cotoh Tabel
Produksi, Hasil Penjualan dan Keuntungan Perusahaan Monopoli
Keuntungan
Maksimum:
- Pendekatan
total, dicapai pada
tingkat penjualan 4 unit dengan laba Rp 2.300
- Pendekatan
marjinal, dicapai
pada tingkat penjualan 4 unit karena selisih MR dan MC sebesar Rp 300
(terkecil) dan nilai MC dalam keadaan
meningkat
3.
Laba
Perusahaan Monopoli

Laba
ekonomi yang di dapat oleh perusahaan monopoli dapat di amati secara langsung
dari gambar diatas. Keuntungan ini di tunjukkan oleh segi empat P*EAC dan
sekali lagi menunjukkan laba per unit (harga di kurangi biaya rata-rata) di
kalikan banyak nya unit yang terjual. Laba ini akan positif ketika, seperti
dalam gambar, harga pasar melebihi biaya total rata - rata . karena tidak ada
pemain baru yang dapat masuk kedalam pasar monopoli, laba ini dapat terus terjadi
bahkan dalam jangka panjang. Keuntungan ini dapat dipandang sebagai
pengembalian untuk factor-faktor yang menjadi dasar bagi monopoli (seperti hak
paten).[4]
4.
Maksimasi
Laba Perusahaan
Jika perusahaan memproduksi sedikit
lebih kecil dari pada Q*, Laba akan turun , karena berkurangnya penerimaan dari
pengurangan jumlah produksi (MR) akan lebih besar dari pada penurunan biaya
produksi (MC).
Untuk memaksimalkan keuntungan,
monopoli memproduksi kuantitas tertentu sehingga penerima marjinal (MR) sama
dengan biaya marjinal (MC). Pada gambar tersebut ini kuantitas di tunjukkan
oleh Q* , yang akan menghasilkan harga sebesar P*. Laba Monopoli dapat di
tunjukkan oleh segiempat P*EAC.[5]
BAB
III
PENUTUP
1.
Kesimpulan
Laba atau profit dalam ilmu ekonomi
murni didefinisikan sebagai peningkatan kekayaan seseorang investor sebagai
hasil penanaman modalnya, setelah dikurangi biaya-biaya yang berhubungna dengan
penanaman modal tersebut (termasuk didalamnya, biaya
kesempatan) Keuntungan total merupakan penerimaan total (TR) dikurangi
dengan biaya total (TC) keuntungan total akan mencapai maksimum apabila
perselisihan positif antara TR dengan TC mencapai angka terbesar.
Pemaksimuman
Keuntungan dalam Monopoli
Prinsip
pemaksimuman keuntungan berdasarkan pendekatan, yaitu:
a.
Biaya total dan hasil penjualan total
b.
Biaya marginal dan hasil penjualan marginal
Pendekatan
total (total approach), dicapai jika selisih penjualan total (TR) dgn biaya total (TC) memiliki nilai positif terbesar
Pendekatan
marjinal (marginal approach), dicapai jika MR = MC atau MR – MC
menghasilkan angka positif minimum dan MC sedang meningkat.
Daftar
Pustaka
Sukirno, Sadono.
Pengantan Teori Mikroekonomi.
Jakarta:PT Raja Grafindo Persada.2002
Niholson,
Walter. MIKROEKONOMI INTERMEDIATE, Jakarta
: Erlangga. 2002
[1]
Walter Niholson, MIKROEKONOMI
INTERMEDIATE, Jakarta : Erlangga 2002 hlm.330
[2] Sadono
Sukirno. Teori pengantar mikro ekonomi, ( jakarta:Rajagrafindo
persada,2013), hlm 270.
[3] Ibid, hlm 270-272
[4]
Walter Niholson, MIKROEKONOMI
INTERMEDIATE, Jakarta : Erlangga 2002 hlm.332
[5]
Walter Niholson, MIKROEKONOMI
INTERMEDIATE, Jakarta : Erlangga 2002 hlm.330-331